PENYULUHAN FLOUR ALBUS DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PADA REMAJA PUTRI SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI
DOI:
https://doi.org/10.52317/jupkes.v3i1.1Keywords:
Penyuluhan, Flour albus, Remaja putri, Deteksi diniAbstract
Fluor albus (leukorea) atau biasa disebut sebagai keputihan merupakan keluarnya cairan yang berlebihan dari daerah kewanitaan. Flour albus adalah gejala ginekologi yang paling umum terjadi pada anak perempuan pra-pubertas dan remaja. Keputihan dapat berupa keputihan normal maupun tidak normal. Keputihan fisiologis (normal) adalah keluarnya cairan/lendir berlebihan dari vagina warna putih atau bening, tidak bau, tidak nyeri/gatal, dan halus. Sedangkan keputihan patologis (tidak normal) adalah keluarnya cairan/lendir dari vagina dengan adanya perubahan warna abnormal (kuning- kehijauan atau putih-keabuan), keruh, dan disertai rasa nyeri, bau atau gatal). Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pada remaja putri dalam mengenali flour albus. Penyuluhan ini dilakukan kepada 45 peserta dan telah menerima informasi dengan baik dibuktikan dengan jawaban benar setelah diberikan penyuluhan yaitu 97%.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Magdalena Tri Putri Apriyani, Ageng Septa Rini (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas artikel ini dan memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes). Artikel ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), yang memungkinkan pihak lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan membuat karya turunan dari artikel ini dengan mencantumkan pengakuan yang sesuai terhadap kepenulisan dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi terbitan artikel ini (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya kembali dalam sebuah buku), dengan tetap mencantumkan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan dianjurkan untuk memposting karya mereka secara online (misalnya di repositori institusional atau situs web pribadi) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat mendorong pertukaran ilmiah yang produktif serta meningkatkan sitasi atas karya yang telah diterbitkan.